Samsung Galaxy S26 Series: Harga Ditahan, AI Makin Cerdas, Siap Hadapi iPhone 17?

Di saat harga smartphone flagship makin “ngeri” dan krisis chip global belum sepenuhnya reda, Samsung justru mengambil langkah yang agak melawan arus. Galaxy S26 series yang diperkirakan meluncur Februari 2026 disebut-sebut bakal menahan harga di level Galaxy S25, sambil membawa fitur AI baru yang relevan dengan masalah sehari-hari: penipuan digital.

Bukan cuma soal kamera 200MP atau skor benchmark, Samsung tampaknya ingin menjual rasa aman dan nilai jangka panjang. Pertanyaannya: seberapa menarik Galaxy S26 di tengah gempuran iPhone 17 dan flagship Android lain?


Rilis Februari 2026, Harga Masih “Masuk Akal”?

Berdasarkan berbagai bocoran, Samsung Galaxy S26 series diperkirakan rilis global pada 25 Februari 2026, dengan pre-order dimulai Maret. Pola ini konsisten dengan generasi S-series sebelumnya.

Yang bikin ramai: harga tidak melonjak drastis, meskipun industri teknologi sedang menghadapi krisis memori global akibat lonjakan permintaan AI server.

Perkiraan harga global dan Indonesia:

  • Galaxy S26: US$799 → sekitar Rp15 jutaan

  • Galaxy S26+: sekitar Rp18 jutaan

  • Galaxy S26 Ultra: US$1.299 → Rp23–25 jutaan

Samsung disebut sengaja menahan harga agar tidak menembus batas psikologis US$1.300, angka yang dianggap “terlalu mahal” untuk banyak konsumen, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia.


Krisis RAM Global, Tapi Harga Tetap Ditahan

Normalnya, kondisi seperti krisis RAM global—yang dipicu kebutuhan besar industri AI—akan berujung pada kenaikan harga gadget. Bahkan sempat muncul rumor Galaxy S26 Ultra bakal naik ke US$1.399.

Namun strategi Samsung terlihat jelas: lebih baik margin tipis daripada kehilangan pasar. Dengan menahan harga di level Galaxy S25, Samsung menjaga daya saing langsung dengan iPhone 17, yang juga diprediksi bermain di rentang Rp20–25 juta.


AI Jadi Senjata Utama Galaxy S26

Alih-alih hanya memoles spesifikasi, Samsung menaruh fokus besar pada AI berbasis kebutuhan nyata. Salah satu fitur yang paling disorot adalah AI anti-scam hasil kolaborasi dengan Google.

AI Anti-Scam Itu Apa Sih?

Singkatnya, AI anti-scam adalah sistem kecerdasan buatan yang mendeteksi indikasi penipuan secara real-time, terutama lewat:

  • Panggilan telepon

  • Analisis pola suara

  • Frasa atau tekanan psikologis khas penipu

Pada Galaxy S26, AI ini bekerja langsung di perangkat (on-device AI). Saat menerima panggilan mencurigakan, sistem akan:

  • Menganalisis intonasi dan kata kunci

  • Mendeteksi pola manipulatif (misalnya ancaman, urgensi palsu)

  • Memberi peringatan ke pengguna sebelum terlambat

Di Indonesia—negara dengan tingkat penipuan digital dan social engineering tinggi—fitur ini bukan gimmick, tapi bisa jadi penyelamat dompet.


Galaxy AI 2026: Lebih dari Sekadar Asisten

Selain anti-scam, Galaxy AI generasi 2026 juga membawa:

  • Optimasi baterai adaptif berbasis kebiasaan pengguna

  • Multitasking AI yang lebih pintar

  • Nightography dengan hasil foto malam lebih natural (tidak over-processed)

Pendekatan ini menunjukkan Samsung ingin AI terasa berguna, bukan sekadar demo teknologi.


Exynos 2600: Comeback yang Lebih Kalem

Untuk performa, Samsung membagi strategi:

  • Galaxy S26 & S26+: Exynos 2600 (3nm)

  • Galaxy S26 Ultra: Snapdragon 8 Elite Gen 5 (global)

Benchmark awal (Geekbench) menunjukkan Exynos 2600 lebih efisien daya dibanding Exynos generasi lama. Mungkin bukan yang paling kencang, tapi:

  • Lebih dingin

  • Lebih irit

  • Cocok untuk AI on-device dan pemakaian harian jangka panjang

Samsung tampaknya belajar dari kritik masa lalu: tidak semua orang butuh skor benchmark tertinggi.


Kamera & Layar: Tetap Flagship, Tapi Lebih Realistis

Galaxy S26 Ultra diperkirakan membawa:

  • Kamera utama 200MP f/1.4

  • Nightography yang fokus ke warna natural

  • Peningkatan AI computational photography

Layarnya tetap jadi andalan:

  • Dynamic LTPO AMOLED 2X

  • Ukuran 6,3–6,9 inci

  • Refresh rate adaptif 1–120Hz

Fokusnya bukan sekadar “lebih besar”, tapi lebih nyaman untuk kerja, hiburan, dan konsumsi konten harian.


Strategi Samsung di Pasar Indonesia

Di Indonesia, Galaxy S26 diposisikan sebagai:

  • Flagship Android “aman”

  • Cocok untuk urban professional

  • Tahan dipakai 3–4 tahun

Alih-alih perang harga dengan HP China Rp10–15 jutaan, Samsung menjual:

  • Keamanan AI

  • Software update panjang

  • Kepercayaan brand

Untuk konsumen di kota industri dan urban seperti Jabodetabek atau Cikarang, pendekatan ini cukup masuk akal.


Worth It atau Tidak?

Galaxy S26 Ultra di harga Rp23–25 juta akan worth it jika kamu:

  • Peduli keamanan digital

  • Ingin flagship Android jangka panjang

  • Cari alternatif serius dari iPhone 17 Pro

Namun, jika kebutuhan utama hanya gaming atau kamera ekstrem, masih banyak opsi lebih murah.


Penutup: Bukan Sekadar HP, Tapi Strategi

Galaxy S26 series menunjukkan arah baru Samsung: flagship yang lebih rasional. Harga dijaga, AI difokuskan ke masalah nyata, dan pengalaman pengguna lebih diutamakan dibanding adu spesifikasi.

Di tengah era digital yang makin rawan penipuan, mungkin inilah definisi baru flagship: bukan cuma canggih, tapi juga melindungi penggunanya.


Referensi

  • kabarmalang.com – Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Jadwal Rilis, Harga, dan Fitur AI

  • mediaindonesia.com – Review & Analisis Harga Samsung Galaxy S26 di Indonesia

  • detik.com – Spesifikasi Terbaru Samsung Galaxy S26 dan Bocoran Rilis

Komentar