Putusan Tarif Trump & Gejolak Kripto 2026: Siapa Diuntungkan, Siapa Siap Tumbang?

Pada 17 Januari 2026, Mahkamah Agung Amerika Serikat (MA AS) akan mengeluarkan putusan penting yang dampaknya bisa menjalar jauh ke luar negeri—bahkan sampai ke dompet investor kripto di Indonesia. Yang dipertaruhkan bukan hanya soal tarif impor era Trump, tapi juga likuiditas global, yield obligasi AS, dan stabilitas pasar kripto.

Bitcoin memang masih bertahan di atas US$90.000, tapi pasar jelas tidak tenang. Investor institusi wait-and-see, trader ritel deg-degan, dan narasi “kripto sebagai lindung nilai” kembali diuji oleh realitas makro.

Kenapa Tarif Trump Bisa Mengguncang Kripto?

Intinya sederhana tapi efeknya berlapis. Jika Mahkamah Agung menyatakan bahwa Trump tidak berwenang menggunakan IEEPA untuk menerapkan tarif impor luas, maka pemerintah AS harus mengembalikan dana tarif yang sudah dipungut—nilainya diperkirakan US$150–200 miliar.

Pengembalian dana sebesar itu bukan uang receh. Dampaknya:

  1. Pendapatan federal AS turun

  2. Pemerintah harus menerbitkan obligasi baru

  3. Yield Treasury naik

  4. Pasar masuk mode risk-off

Dan di sinilah kripto kena imbas. Secara historis, kenaikan yield obligasi AS punya korelasi negatif kuat dengan Bitcoin. Saat obligasi jadi lebih menarik, modal global cenderung keluar dari aset berisiko seperti kripto.

Trump, Pro-Kripto Tapi Proteksionis?

Di satu sisi, Trump dikenal lebih ramah terhadap kripto dibanding pemerintahan sebelumnya—bahkan sempat menggulirkan ide cadangan strategis Bitcoin. Namun di sisi lain, kebijakan tarif agresifnya justru menciptakan ketidakpastian fiskal dan perdagangan global.

Trump sendiri sudah memperingatkan akan terjadi “chaos total” jika tarif dibatalkan. Ia mengklaim AS bisa kehilangan hingga US$600 miliar pendapatan, dan proses pengembalian dana bakal memicu kekacauan ekonomi.

Kontradiksi inilah yang membuat pasar kripto bingung:
Trump bisa pro-kripto secara regulasi, tapi kebijakan perdagangannya justru menekan likuiditas—sesuatu yang sangat dibutuhkan kripto untuk reli.

Dampak Nyata ke Bitcoin dan Altcoin

Menjelang putusan MA, Bitcoin relatif stabil di atas US$90.000. Tapi stabil bukan berarti aman.

Beberapa sinyal penting:

  • ETF Bitcoin mencatat arus keluar ratusan juta dolar

  • Trader derivatif mulai mengurangi leverage

  • Altcoin jauh lebih volatil dibanding BTC

Jika putusan MA menolak kewenangan tarif Trump (skenario probabilitas ~73%), pasar memperkirakan Bitcoin bisa terkoreksi ke area US$80.000–88.000 sebelum menemukan keseimbangan baru.

Sebaliknya, jika MA mendukung Trump (probabilitas ~27%), sentimen bisa langsung berbalik bullish, mendorong BTC ke US$95.000–100.000—meski risikonya bergeser ke jangka menengah.


Versi Edukasi: Untuk Investor Pemula

Buat kamu yang:

  • Baru masuk kripto

  • Fokus jangka menengah–panjang

  • Tidak nyaman dengan fluktuasi harian ekstrem

Pelajaran utamanya sederhana: kripto sangat dipengaruhi kebijakan makro, bukan cuma hype teknologi.

Strategi realistis untuk pemula:

  • Fokus ke Bitcoin dan Ethereum

  • Hindari leverage

  • Jangan FOMO sebelum keputusan besar

  • Pahami bahwa koreksi 10–20% itu normal di kripto

Putusan MA AS ini bukan sinyal “akhir kripto”, tapi pengingat bahwa kripto bukan dunia terpisah dari ekonomi global.


Versi Trader Agresif: Volatilitas = Peluang

Buat trader aktif, event ini justru ladang volatilitas.

Beberapa pendekatan yang biasa dipakai trader agresif:

  • Trading reaksi pasca-putusan, bukan spekulasi sebelum event

  • Manfaatkan perbedaan volatilitas BTC vs altcoin

  • Pantau yield Treasury dan DXY sebagai indikator awal risk-off

  • Leverage rendah tapi presisi tinggi

Namun risikonya jelas: salah posisi bisa kena liquidation cepat. Event makro seperti ini sering mematahkan analisis teknikal murni.


Kesimpulan: Kripto Tak Bisa Lari dari Politik

Kasus tarif Trump menegaskan satu hal penting:

Kripto bukan hanya soal blockchain, tapi juga soal hukum, fiskal, dan geopolitik.

Siapa yang diuntungkan?

  • Trader berpengalaman yang paham makro

  • Investor jangka panjang yang disiplin

Siapa yang dirugikan?

  • Spekulan tanpa manajemen risiko

  • Mereka yang menganggap kripto kebal dari kebijakan negara besar

Apa pun hasil putusan MA AS, satu hal pasti: volatilitas belum selesai, dan 2026 masih akan jadi tahun ujian bagi narasi “kripto sebagai safe haven”.


Referensi

Komentar