Iran dalam Gejolak: Ketika Protes Ekonomi Menjadi Tuntutan Gulingkan Rezim
Iran kini tengah mengalami salah satu periode paling kritis dalam beberapa dekade terakhir. Gelombang protes besar-besaran yang bermula dari keresahan ekonomi telah berkembang menjadi perlawanan terbuka terhadap rezim Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi yang telah memerintah lebih dari 30 tahun. Situasi ini tidak hanya mengguncang stabilitas domestik Iran, tetapi juga memperumit dinamika geopolitik global.
Dari Krisis Ekonomi ke Jalanan
Protes yang terjadi sekarang bermula pada akhir Desember 2025 setelah Iran menghadapi tekanan ekonomi yang semakin parah. Mata uang rial anjlok ke level terendah dalam sejarah, inflasi melonjak di atas 40 persen, dan harga kebutuhan pokok meroket. Kondisi ini membuat kehidupan sehari-hari semakin tidak tertahankan bagi sebagian besar warga Iran.
Awalnya, para pedagang di bazar-bazar besar seperti Teheran dan kota-kota lain hanya menuntut keadilan ekonomi dan kenaikan upah. Namun, dalam hitungan hari, protes meluas ke puluhan kota dan provinsi, melibatkan mahasiswa, buruh, dan kelompok sosial lain yang merasa frustasi terhadap kebijakan pemerintah.
Tuntutan yang Melampaui Ekonomi
Tekanan ekonomi ini kemudian berubah menjadi tuntutan politik yang jauh lebih berani: panggilan untuk mengakhiri Republik Islam dan menghapuskan kekuasaan Khamenei secara keseluruhan. Slogan-slogan anti-pemerintah kini bukan hanya soal kenaikan harga, tetapi menyentuh akar kekuasaan teokratis yang telah berkuasa sejak Revolusi 1979.
Gelombang demonstrasi ini bahkan mengingatkan pada protes besar 2022 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini. Namun, analis mengatakan bahwa krisis kali ini lebih luas dan lebih dalam karena berakar pada ketidakpuasan sosial yang meluas akibat kondisi ekonomi yang terus memburuk.
Respons Pemerintah yang Keras
Respon rezim terhadap aksi-aksi ini sangat keras. Laporan Internasional menyebutkan ratusan demonstran tewas, puluhan ribu ditangkap, dan pemerintah mengambil langkah drastis, termasuk pemutusan internet nasional untuk membatasi informasi yang beredar.
Pendekatan represif ini semakin memperburuk citra pemerintah di mata publik. Bukannya meredam kemarahan, langkah-langkah keras justru memicu lebih banyak kemarahan, bahkan di wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis dukungan rezim.
Ancaman dari Luar Negeri dan Dampaknya
Situasi di Iran juga mendapat perhatian serius dari luar negeri. Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungan kepada para demonstran dan memperingatkan kemungkinan intervensi jika kekerasan terhadap warga terus berlanjut. Ia bahkan mengumumkan tarif impor baru untuk memberi tekanan ekonomi tambahan pada Teheran.
Sementara itu, naiknya harga minyak di pasar global mencerminkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan dari Iran, salah satu produsen utama minyak dunia yang kini berada di bawah sanksi ketat.
Rezim di Persimpangan: Bertahan atau Berubah?
Posisi Khamenei kini sangat rapuh. Usianya yang lanjut dan persoalan suksesi menambah ketidakpastian politik di Iran. Ditambah lagi, perang baru-baru ini dan sanksi luar negeri telah menguras sumber daya negara, memperlemah ekonomi, dan mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Meski demikian, belum jelas apakah revolusi atau perubahan rezim secara total akan terjadi. Banyak faktor, termasuk peran militer dan elitenya yang masih setia kepada rezim, bisa menentukan arah masa depan Iran.
Pelajaran bagi Dunia dan Kita
Iran hari ini adalah gambaran nyata bagaimana masalah ekonomi yang berlarut, ketidaksetaraan, dan represifitas politik bisa menyatu menjadi bom waktu sosial. Bagi pembaca muda yang hidup di era globalisasi, situasi ini menunjukkan bahwa dinamika politik suatu negara bisa cepat berubah dari sekadar masalah internal menjadi isu geopolitik yang mempengaruhi ekonomi dunia — dari pasar minyak hingga hubungan diplomatik antar negara.
Referensi
- CNBC IndonesiaRaksasa NATO Beri Peringatan Serius, Rezim Iran di Ujung TandukCNBC Indonesia – membahas peringatan Barat, kondisi internal Iran, serta tekanan geopolitik terhadap rezim Ayatollah Ali Khamenei.https://www.cnbcindonesia.com/news/20260113180714-4-702091/raksasa-nato-beri-peringatan-serius-rezim-iran-di-ujung-tanduk
- ReutersTrump Urges Iranians to Keep Protesting as Unrest IntensifiesReuters – laporan sikap Amerika Serikat terhadap demonstrasi Iran dan implikasinya bagi stabilitas kawasan.
- ReutersOil Prices Rise Amid Escalating Unrest in IranReuters – analisis dampak gejolak politik Iran terhadap pasar minyak dan ekonomi global.
- Foreign PolicyWhy Iran’s Economic Crisis Is Fueling Nationwide ProtestsForeign Policy – analisis mendalam soal krisis ekonomi, struktur kekuasaan, dan potensi perubahan rezim di Iran.
- Wikipedia2025–2026 Iranian ProtestsWikipedia – ringkasan kronologi, pola demonstrasi, dan perbandingan dengan protes Iran sebelumnya.
- MetroTVNewsProtes Ekonomi Meluas, Demonstrasi di Iran Menyebar ke Puluhan KotaMetroTVNews – laporan lapangan mengenai penyebaran aksi demonstrasi dan respons aparat keamanan Iran.
- SinPo.idGelombang Protes Iran dan Krisis Kepemimpinan KhameneiSinPo.id – perspektif politik dan analisis posisi rezim Iran di tengah tekanan internal dan eksternal.
Komentar
Posting Komentar